Ujian Akhir Semester
Kimia Organik II
Dosen
Pengampu : Dr. Syamsurizal, M. Si
Nama : TRISNA ISTIQA
NIM
: RRA1C112002
Kelas
: Reguler Mandiri
Soal
:
1. Dari cara kerja hormon insulin,
Apa idenya untuk membuat hormon insulin buatan ?
2. Jelaskan mengapa protein yang berperan
penting dalam pertumbuhan rambut dan faktor apa yang menyebabkan kebotakan ?
3.
Bagaimana mengkonversi lemak majemuk
menjadi lemak sederhana ?
4. Komformasi protein sangat menentukan
fungsi biologis dari protein tersebut. Bila suatu protein terdenaturasi ,
Jelaskan dampak penurunan fungsi biologis protein tersebut ?
5.
Bagaimana menggunakan energi dari lemak
untuk berolahraga jelaskan secara kimia ?
JAWABAN
1. Insulin
adalah hormon yang mengubah glukosa menjadi glikogen, dan berfungsi mengatur
kadar gula darah bersama hormon glukagon. Kekurangan insulin karena cacat
genetik pada pankreas, menyebabkan seseorang menderita diabetes melitus
(kencing manis) yang berdampak sangat luas terhadap kesehatan, mulai kebutaan
hingga impotensi.hormon insulin manusia dapat dihasilkan dari teknik rekayasa
genetika dengan teknologi Plasmid.
Proses
Pembuatan Insulin
Rekayasa genetika pada
bakteria guna menghasilkan hormon insulin yang penting untung pengendalian gula darah pada penderita diabetes.
Tahap-tahapnya adalah sebagai berikut:
1>Tahap
pertama
dalam membuat bakteria yang bisa menghasilkan insulin adalah
dengan mengisolasi plasmid pada bakteri tersebut yang akan
direkayasa.Plasmid adalah materi genetik berupa DNA yang terdapat pada
bakteria namun tidak tergantung pada kromosom karena tidak berada di
dalam kromosom.
2>Kemudian plasmid tersebut dipotong
dengan menggunakan enzim di tempat tertentu sebagai calon tempat gen baru yang nantinya dapat membuat insulin.
3> Gen
yang dapat mengatur sekresi
(pembuatan) insulin diambil dari kromosom yang berasal dari sel
manusia.Gen yang telah dipotong
dari kromosom sel manusia itu kemudian ‘direkatkan’ di plasmid tadi
tepatnya di tempat bolong yang tersedia setelah dipotong tadi.
4>Plasmid yang sudah disisipi gen manusia
itu kemudian dimasukkan kembali ke dalam bakteria.
5>Bakteria yang telah mengandung gen
manusia itu selanjutnya berkembang biak dan menghasilkan insulin yang dibutuhkan. Dengan begitu diharapkan insulin
dapat diproduksi dalam jumlah yang tidak terbatas di pabrik-pabrik.
2. Rambut
memiliki unsur pembentuk yang sama dengan kulit dan kuku, yaitu keratin.
Keratin merupakan protein berserat yang terdapat di dalam sel-sel epidermis. Protein yang membentuk rambut
manusia terdiri dari unsur sistin, yaitu senyawa asam amino yang memiliki unsur
sulfida , dalam jumlah presentase yang cukup tinggi. Jembatan disulfida -S-S- dari sistin merupakan
salah satu faktor utama yang bertanggung jawab atas berbagai bentuk dari rambut
kita . Rambut lurus atau keriting dikarenakan keratin mengandung jembatan disulfida yang membuat molekul mampu
untuk mempertahankan bentuk - bentuk tertentu .
Penyebab rambut rontok dari dalam diantaranya
adalah faktor genetik atau keturunan. Selain itu, faktor pikiran yang sedang
stress juga bisa menyebabkan kerontokan rambut.
Sedangkan penyebab rambut rontok
dari luar diantaranya adalah dari faktor keadaan lingkungan yang banyak polusi
sehingga menimbulkan radikal bebas yang tidak aman bagi kesehatan. Dan bisa
juga karena faktor penggunaan produk perawatan rambut yang tidak cocok dengan
jenis rambut dan kulit kepala. Contoh kebotakan adalah Alopecia areata : kebotakan (pitak)
yang terjadi tanpa penyebab gangguan sistemik atau kulit yang jelas. Dalam
teorinya, alopecia areata mungkin disebabkan oleh gangguan autoimun di mana
pasien terekspos oleh faktor-faktor pengganggu seperti stress ataupun infeksi.
3. Lemak
majemuk bila dihidrolisis akan menghasilkan alkohol, asam lemak dan senyawa
lain seperti fosfat, asam amino, basa organik, sepert kolin atau betain.
Umumnya lemak majemuk mengandung listrik atau paling tidak mempunyai
pengkutuban muatan dalam molekulnya, sehingga menjadi lebih mudah berinteraksi
dengan air. Lemak Majemuk ini ikut menyusun membran sel dan juga selubung sel
dan serat syaraf.
4. Denaturasi protein dapat
terjadi dengan berbagi macam perlakuan, antara lain dengan perlakuan panas, pH,
garam, dan tegangan permukaan. Laju denaturasi protein dapat mencapai 600 kali
untuk tiap kenaikan 100. Suhu terjadinya denaturasi sebagian besar
protein terjadi bekisar antara 55-75 0C. pada protein yang mengalami
denaturasi, proteinnya akan mengendap karena gugus-gugus yang bermuatan positif
dan negative dalam jumlah yang sama atau netral atau dalam keadaan titik
isoelektrik. Pada denaturasi terjadi pemutusan ikatan hydrogen, interaksi
hidrofobik dan ikatan garam hingga molekul protein tidak punya lipatan lagi. Garam-garam
seperti misalnya natrium klorida dalam kosentrasi tertentu dapat menyebabkan
denaturasi atau koagulasi. Pada protein telur mudah terdenaturasi oleh adanya
panas dan tegangan permukaan bila putih telur tersebut diaduk sampai menjadi
buih. Protein yang telah mengalami denaturasi akan memberikan beberapa
perubahan dalam beberapa hal seperti :
1. Viskositas naik (karena mol menjadi asimetris dan lipatan hilang),
2. Rotasi optis larutan protein meningkat.
Dari
segi gizi, denaturasi parsial protein sering meningkatkan daya cerna dan
ketersediaan biologisnya. Pemanasan yang moderat dapat meningkatkan daya cerna
protein tanpa menghasilkan senyawa toksik. Disamping itu, dengan pemanasan yang
moderat dapat menginaktivasi beberapa enzim seperti protease, lipase,
lipoksigenase, amylase, polifenoloksidase dan enzim oksidatif dan hidrolotik
lainnya. Jika gagal menginaktivasi enzim-enzim ini maka akan mengakibatkan
off-flavour, ketengikan, perubahan tekstur, dan perubahan warna bahan pangan
selama penyimpanan.sebagai contoh kacang-kacangan kaya enzim lipoksigenase. Selama
penghancuran bahan, untuk mengisolasi protein atau lipitnya, dengan adanya oksigen
enzim ini bekerja sehingga dihasilkan senyawa hasil oksidasi lipid yang
menyebabkan off-flavour. Oleh karena itu, sering dilakukkan inaktivasi enzim
dengan menggunakan pemanasan sebelum penghancuran. Sebagi tambahan, perlakuan
panas yang moderat juga berguna untuk menginaktivasi beberapa factor aninutrisi
seperti enzim antitrypsin dan lektin. Protein yang terdenaturasi berkurang
kelarutannya. Lapisan molekul protein bagian dalam yang bersifat hidrofobik
berbalik keluar, sedangkan bagian luar bersifat hidrofil terlipat kedalam. Pelipatan
atau pembalikana terjadi khususnya bila larutan protein telah mendekati pH
isoelektrik dan akhirnya protein akan menggumpal dan mengendap. Viskositas akan
bertambah karena molekul mengembang dan menjadi asimetrik, demikian juga sudut
putar optic larutan protein akan meningkat. Enzim-enzim yang gugus prostetiknya
terdiri dari protein akan kehilangan aktivitasnya sehingga tidak berfungsi lagi
sebagai enzim yang aktif.
5. Lemak
adalah sumber utama energi untuk banyak organisme seperti halnya karbohidrat,
dan nutrisi lainnya. Walaupun, struktur molekulnya sangat berbeda, secara
mengejutkan katabolisme lemak sama dengan nutrisi lainnya. Dengan kata lain,
beraneka ragam molekul dengan berbagai molekul akhirnya memecah menjadi karbondioksida
(CO2), air (H2O), dan ATP, yang merupakan aliran energi. Kelebihan energi dalam
organisme biasanya disimpan dalam sel lemak dalam bentuk triasilgliserol.
Ketika energi dibutuhkan, sebagai contoh, ketika melakukan olahraga, hormon
akan memicu aktivitas lipase triasilgliserol, yang merupakan enzim yang penting
dalam penguraian lemak. Lemak akan memecah menjadi asam lemak dam gliserol oleh
enzim, kemudian dibawa oleh serum albumin ke dalam aliran darah untuk menuju
sel di mana membutuhkan bahan bakar (sumber makanan). Di tempat sel tujuan,
asam lemak masuk ke dalam mitokondria dan tiga tahap dasar (oksidasi β hingga
asetil koA, siklus TCA dan transfer elektron) akan diikuti untuk menghasilkan
ATP.
Garam empedu --> bersifat amfifatik -->
mengemulsi lemak --> membentuk misel
Lemak --> dipecah oleh lipase pankreas -->
hasil?
Gliserol hasil hidrolisis TAG : dirubah menjadi DHAP oleh ensim
:
1 Glycerol
Kinase
2 Glycerol
Phosphate Dehydrogenase.
Masuk
ke dalam daur Glikolisis
- Chylomicron kemudian membawa TAG dari sel mukosa usus halus ke organ lain seperti jantung, otot, dan jaringan lemak.
- Untuk TAG yg disintesis dr hati, akan dibawa oleh VLDL ke organ lain
- Setelah mencapai organ target --> di kapiler --> TAG akan dihidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak
- Asam lemak bebas diserap, sisanya dibawa oleh serum albumin --> ke sel lain
- Asam lemak yg telah masuk ke dalam sel
- Diubah menjadi energi
- Diubah menjadi TAG untuk disimpan di adiposa